Sabtu, 29 November 2014

Bukan Pahlawan

Mungkin sudah sekitar 4 bulanan saya ngasih perhatian ke yg namanya "jam tidur yg cukup". Saya tidak terlalu sering lagi begadang yg sampe ancur-ancuran, apalagi di hari kerja. Tapi klo hari libur .., masih sering sih, tapi gak sampe yg ancur-ancuran jg. Biasanya jam tidur saya ikut jam siaran radio.
Yapp.., sy begadangnya paling sambil dengar radio. Gak ada kegiatan lain. Radio sebagai pengantar tidur.
Nah, sambil nunggu rasa kantuk, malam ini saya jadi senyum saja mendengar seseorang yg menelpon ke radio. Saya senyum karena suaranya. Saya senyum karena mendengar apa yg dia bicarakan. Ceritanya curhat lah ke penyiar radionya. Mengenai isi curhatnya saya gak usah cerita ya !! Standar lah..., orang klo curhat temanya gak akan jauh dari topik-topik seputar cinta. Sekian soal topik curhat.
Seperti yg saya bilang sebelumnya, saya tersenyum mendengar penelpon ini. Karena suaranya, karena topik curhatnya, dan alasan yg paling kuat daripada 2 alasan sebelumnya adalah saya menyadari  bahwa ternyata, satu hal yg tidak berubah dari radio selama bertahun-tahun adalah penelpon cewek imut atau mungkin sok imut yg muncul di siaran tengah malam. Sejak dulu, klo dengar siaran radio yg tengah malam, kuping saya akrab dengan penelpon cewek yg suaranya imut bennneeer, yg di kuping saya malah kedengaran "sok imut". Sekarang inipun "masih" ternyata :-) 
Zaman boleh berubah, trend berganti, interaksi pendengar radio yg dulu hanya lewat telp-sms, dan sekarang sudah ditambah lewat medsos...., tetap saja tidak mengikis pendengar-pendengar (sok)imut di siaran malam-malam. Yg dulu (sok)imut, sekarang mungkin tidak lagi sok(imut),atau mungkin malah jadi imut beneran :-P Dan mungkin ketika mereka udah jadi beneran imut, mereka gak lagi suka nelpon radio malam-malam. Makanya, sekarang suara penelpon di siaran malam-malam masih saja bukan yg beneran imut.
Saya memang tidak serajin dulu dengar radio, tapi bukan berarti pendengar radio berkurang. Seperti pahlawan yg katanya "gugur satu tumbuh seribu, mungkin begitu jugalah dengan pendengar radio, tidak terkecuali pendengar-pendengar "imut"

Kamis, 30 Oktober 2014

(bukan dongeng) Asal-usul ....

Membuka dan memantau akun media sosial adalah menu cuci mulut makan siang, di tiap jam istirahat makan siang. Saya rasa bukan hanya saya saja yang melakukan hal ini. Saya tidak perlu meminta tunjuk tangan, kan untuk tahu kalau saya tidak sendiri ? 
Nah.., di suatu siang yang terik, sehabis makan siang, kebiasaan menikmati menu cuci mulut pun  dimulai. Waktu itu saya buka twitter. Tiba-tiba saya tersenyum liat retweet-an teman. Saya tersenyum bukan karena isinya, saya tersenyum karena membaca username dari orang yang tweet-nya teman saya retweet. Namanya itu pake embel-embel "taingongo". Yapp, tai ngongo' / tengongo' / upil. Saya tidak membayangkan bagaimana lucunya orang yang memakai kata tengongo', pikiran saya terarah kepada "bagaimana orang-orang di Sulawesi Selatan ini menggunakan tengongo' untuk menyebut upil, atau kotoran hidung?". Saya besar di Toraja, dan sedari kecil saya terbiasa dengan kata tengongo'. Di Makassar pun begitu. Saya jadi bertanya, tengongo' sebenarnya diserap dari bahasa mana ya ? Tentu saja saya tidak menemukan jawabannya...., senyum lagi ah... !!
*berhenti senyum* *sadar sejenak* Mata saya tertuju kepada teman kantor yang berasal dari suku Bugis. "Mungkinkah saya akan mendapat pencerahan dari beliau?", maka saya pun bertanya. Saya menanyakan "hidung" dalam bahasa Bugis. Ternyata "inge" bukan "ngongo". Memikirkan asal kata tengongo' berasal dari bahasa Toraja jelas tidak mungkin lagi. Karena sebagai anak Toraja, saya tahulah kalau dalam bahasa Toraja hidung tidak disebut ngongo'. Selesai dengan kedua suku ini. 
Tapipak..., memikirkan asal-usul kata tengongo' ini memang harus selesai. Karena eh karena.., saya tidak sedang berada di sekitar orang-orang di luar kedua suku ini. Saya tidak punya keberanian mengirimkan pesan ke teman-teman saya yang tahu berbahasa Makassar hanya untuk menanyakan bahasa Makassar dari hidung. Bisa-bisa saya disangka gila, atau lagi caper, atau lagi modus. Huuuu..., tapi aneh juga kalau isi pesan seperti ini "..kotau bahasa Makassarnya hidung??" disangka modus. Tapi, ini beneran modus kalau saya kirimnya ke bukan anak Makassar. Tapi kan, bisa alasan lagi "salah kirim". Tapipak-tapibuk-tapikak-tapikan, jadi kebanyakan "tapi" begini ? Ah..., pikiran saya memang suka kemana-mana.  Ini semua karena tengongo' (malah menyalahkan tengongo'). Daripada menyalahkan tengongo' lebih jauh, biarlah asal-muasal kata tengongo' jadi misteri. Cukup aku saja yang memikirkan hal ini : tengongo'!!!

Jumat, 24 Oktober 2014

Sakitnya tuh di sini *tunjuk kuping*

Beberapa hari ini saya punya kesempatan beberapa kali untuk mendengar lagu dangdut yg liriknya seperti ini "sakitnya tuh di sini di dalam hatiku, sakitnya tuh di sini ....blablabla". Saya tidak tahu yg nyanyi siapa, tapi kurang lebih lirik lagunya seperti itulah.
Kata-kata di lirik lagu itu dulu(dan sampai sekarang) sering sy temui di jejaring sosial lewat meme tentunya, yg tentu saja pula mengundang senyum. Taaaaaapi..., ketika kata "sakitnya tuh di sini" berubah jadi lagu, bukan senyum lagi yg sy keluarkan. Mendengar lagu ini, malah mempertegas garis-garis keriput di wajah sy. Lagu ini memunculkan pertanyaan dalam hati sy "ini yg bikin lagu, niat bikin lagu gak sih???". Pertanyaan ini tentu tidak harus dijawab oleh pencipta lagunya karena tentu saja mencipta lagu itu awalnya dari niat. Iyah, pertanyaan seperti ini hanya akan muncul ketika sy mendengar lagu yg menurut sy gak banget.
Dulu, sy sering menanggapi banyak lagu yang "waktu itu" menurut sy gak banget. Tapi, seiring dengan pertambahan usia dan keriput, serta perenungan yg sebenarnya kurang mendalam, sy jadi punya pendapat bahwa musik itu hanya soal selera. Karena musik hanyalah soal selera, jadi kurang pantaslah jika sy berkata "niat bikin lagu gak sih??" ketika mendengar lagu yg tidak sesuai dengan selera sy,.tidak sy sukai. Sudah lama sy menyimpan pertanyaan seperti itu, padahal dalam kurun waktu yg lama itu, sy sudah ratusan kali naik angkot. Iya, sy tidak pernah lagi berkata seperti itu sampai akhirnya sy mendengar lagu dangdut "sakitnya tuh di sini". Maaf !! Padahal sampai sekarang sy masih meyakini bahwa musik hanyalah soal selera. 

Selasa, 30 September 2014

PLAQUE

Saya butuh beberapa bulan untuk tahu cara menyikat gigi yang benar
Dan dua tahun setelahnya, saya masih saja belajar 

((perihal "30 detik" yang butuh berkali-kali "30 detik" untuk mempelajarinya))

Rabu, 17 September 2014

Jadi begini .....

Jadi begini...
Untuk pertama kalinya saya menyukai lagu Korea, judulnya Goodbye My Love, yang nyanyi Ailee
Aneh !!!
Dulu saya pernah suka dengan Adera - Melewatkanmu , tapi rasanya tidak seaneh ini
Ataupun ketika saya menyukai lagu sendu lainnya, saya tidak pernah khawatir dengan diri saya sendiri
Kalau sekarang saya jadi suka dengan lagu Korea, saya khawatir....
Sepertinya (hati) saya dalam masalah besar !!!
*cium foto Jang Hyuk* 
:-P :*)

Rabu, 27 Agustus 2014

Tentang Hujan

Mari kita bicara sedikit tentang hujan
Tentang hujan yang memiliki musim,
dan ketika musimnya berlalu kita menyebutnya kemarau
Tentang hujan yang lebih sering kita harapkan berhenti ketika musimnya
lalu kita rindukan ketika kemarau datang
Hujan memang berhenti, musimnya berlalu tapi bukan karena kehendak kita
bukan karena ada yang mengharapkannya
Hujan juga sesekali datang di saat kemarau
tapi bukan karena kita merindukannya
Hujan...
ia akan datang dan pergi
dengan atau tanpa izinmu

Selasa, 15 Juli 2014

Berawal Dari Susu

Kemarin, teman kantor saya menanyakan harga susu yang katanya bisa buat naikin berat badan. Yapp..., kebetulan teman kantor saya ini badannya lumayan kurus. Mungil. Susu yang dia maksud itu harganya mahal sekalii, apalagi untuk orang dengan penghasikan pas-pasan seperti saya (curhat dimulai....jreng..jreng). Harganya selevel-lah dengan susu bayi yang mahal-mahal itu. 
Selesai membahas harga "susu naikin berat badan" itu, sayapun lantas berpikir "lha..seandainya saya membutuhkan susu mahal itu, saya mau dapat duit darimana ?? Rasanya gimana gitu.., klo mesti habis ratusan ribu untuk sekaleng susu dengan tujuan menambah berat badan". Untuk pertama kalinya dalam hidup saya sebagai orang yang agak gemuk, saya merasa bersyukur tidak berbadan kurus. Ternyata orang kurus lebih butuh biaya banyak saat mereka ingin menambah berat badan. Bandingkan dengan si gendut yang ingin mengurangi berat badan. Tinggal kurangi makan.., olahraga yang bahkan bisa dilakukan dengan lari keliling kompleks. Murah, kan ?? Apalagi sampai harus menghabiskan ratusan ribu hanya untuk sekaleng susu yang beratnya bahkan tidak sampai sekilo. Ah..., dari gendut ke kurus ternyata lebih murah !!
Yaaa..., alasan saya bersyukur tidak jauh dari motif ekonomi, tapi bukannya Theologi Kemakmuran sah, kan ?? *mulai menjalar kemana-mana* Mari kita iyakan sodara-sodara!! Sebagai orang pelit, saya patut lebih banyak bersyukur untuk alasan ini. Orang pelit tetap saja bisa bersyukur *semakin gak jelas* 
Hahh..sudahlah ya, semakin aneh dan tidak jelas saja tulisan saya ini. Padahal ini hanya bermulai dari pembicaraan pegawai kantoran yang sedang kurang kerjaan membahas hal-hal yang jauh dari pekerjaan (harga susu). Dan pikiran saya pun kian menjalar kemana-mana karena selalu saja ada fase "gak tau mesti ngapain" setelah kerjaan kantor selesai. Saya sudah mengalaminya, kemarin !!
Ketika kita tidak tahu bagaimana lagi memperlakukan "hidup", mungkin kita hanya perlu bersyukur. Klise dan basi, tapi mungkin tidak salah !!

Jumat, 04 Juli 2014

Klo menyesal, jangan salahkan saya !!!

Kali ini saya masuk blog dengan modal nol. Saya tidak punya ide. Tapi saya mau mengisi blog ini, saya  mau nulis. Itu aja sih. Maka keluarlah huruf-huruf ini dengan tidak jelas karena saya tidak tau mesti nulis apa. Anggap saja kali ini saya curhat tentang diri saya yang mau banget nulis, tapi ide tulisan gak punya.
(Paragraf satu selesai !! hahahaha) 
Keadaan saya sekarang ini, mungkin sama saja ketika lagi lapar banget tapi gak tahu mau makan apa. Iya, "saya yang mau nulis(banget) tapi terbentur masalah ide" bisa disamakan dengan "saya yang mau makan tapi gak tahu maunya makan apa". Eh....tapi, mungkin gak sama juga kali yah?? Soalnya kali ini, saya yang mau nulis benar-benar gak punya ide. Klo soal pengen makan tapi gak tshu mau makan apa, kan bisa saja makanannya udah ada tapi saya yang memang belum tahu mau pilih mana. Kali ini saya gak punya pilihan "ide mana yang akan saya kembangkan jadi tulisan, untuk selanjutnya jadi isi blog ini". Jadi, sepertinya kali ini keadaan "saya yang pengen banget nulis tapi gak punya ide" lebih cocok disamain dengan "pengen banget makan, tapi gak punya duit buat beli makanannya". Ujung-ujungnya ke duit...hahahaha.
(Dan ide belum juga muncul)
Selain mirip dengan "pengen makan tapi gak punya duit buat beli makanan", mungkin keadaan saya sekarang yang tanpa ide bisa juga disamakan dengan "pengen tidur, tapi gak ngantuk-ngantuk juga", pengen miara binatang tapi gak punya kandangnya, malas diam di rumah tapi gak tahu mesti jalan kemana, pengen pacaran tapi gak ada yang mau *jleb* *sambungin aja kemana-mana* || Susah amat yah dapat ide ?? Eh..., dapat duit buat beli makanan juga susah. Dapat pacar lebih susah lagi *uhuk* || Orang-orang yang blognya penuh hebat yah ?? "Ide" akrab dengan mereka. Hahhhh...., "ide" pilih kasih nih !!
(Merenung sesaat)
(Ternyata curhatan saya udah panjang)
(Tapi belum tahu juga mau nulis apaan)
Sudahlah dengan nasib orang-orang hebat. Saya jadi lapar mikirinnya. Tapi makin lapar lagi karena sadar duit saya gak seberapa buat beli makanan *nahan air mata* Lalu kemudian, "saya lapar tapi gak punya duit cukup buat beli makanan sehat" malah terjadi bersamaan dengan "saya pengen nulis tapi gak punya ide". Ternyata mereka jodoh !! (apa-apaan ini ???)
(Kembali merenung)
(Udah tahu mau makan apa)
(Beli indomie aja deh)
Akhirnya keadaan mengharuskan saya makan Indomie *berusaha tegar* Saya udah punya piihan soal makanan,(meskipun) ide tulisan tetap aja belum datang, tapi blog ini kemudian terisi tanpa "modal" awal hahahaha
Semoga yang membaca tulisan ini tidak menyesal, karena tulisan ini sama seperti indomie yang jadi satu-satunya pilihan ketika duit tidak cukup buat beli makanan sehat. Asal makan dan asal blogku terisi saja.
Sekian dan salam indomie !!

Minggu, 29 Juni 2014

Aku Ingin Menulis Puisi

Aku ingin menulis puisi

Puisi tentang kamu

Tapi aku malu

Jadi,

Daripada aku mempermalukan diri sendiri

Aku memilih tidak menulis puisi !

Selasa, 10 Juni 2014

(bukan)Life Recap

Seperti tahun lalu, dalam rangka ulang tahun yg ke-27 saya bikin life recap. Tapi untuk kali ini, setengahnya kan udah di akhir tahun 2013 kemarin. Setengahnya lagi kayak biasa aja..., dan mungkin sebaiknya disimpan untuk jadi cerita akhir tahun nanti. Lagian, setahun belakangan hidup saya banyak patah hatinya. Timorhy Marbun nikah lah..., akhir Mei kemarin Donie juga ikut-ikutan nikah. Wuaaaaah...., hidupku perih amat ya ??? Hahahaha
Ya...,karena lagi malas cerita patah hati (padahal emang gak ada ide) mending saya bahas saja yang terjadi seharian ini. 10 Juni 2014.
Pagi.., bangun tidur dapat sms dari 2 teman yang sepertinya hanya mereka berdua yang ingat dengan ulang tahun saya dari tahun ke tahun (selain ibu dan adik saya tentunya). Tidak lama.., ibu dan adik saya menelpon.., biasa lah..., ucapan selamat ulang tahun. Terima kasih. Saya cinta kalian !!!
Lanjut.., saya ke kantor. Di kantor kayaknya kerjaan lagi gak ada.., siap-siap deh youtube-an seharian hahaha. Tapi gak juga sih.., belakangan saya lagi cinta-cintanya dengan puisi dan semua tulisan seorang Putu Aditya Nugraha (ah...aku jatuh cinta dengan Filosofi Pasir lebih dulu). Youtube nomor 2.., Bli Adit nomor 1 hahaha. 
Di sela-sela baca tulisan Bli Adit (sok akrab banget ya ?? Hihihi) .., ada teman yg ngasih tau klo suaranya Bli Adit bagus. Segeralah diriku cari di soundcloud. Dan ternyata memang betul`. 
Oh iya.., masih terhitung pagi juga, dapat sms ultah dari tante
 Kebetulan ultah kami di hari yg sama. Eh.., salah satu teman saya yang tadi pagi sms, jg masih lanjut sms-an loh. Tapi pembahasannya gak tentu arah. Awalnya bahas umur, kemudian topik maha penting seperti gebetannya di jaman kuliah dan alasan saya patah hati 2 tahun lalu hahahaha (Apa kabar kamu ?? Aku baik ! Itu saja).
Agak siang dikit, mesti ke kantor klien ngambil data. Tapi gak ada hasil. "Besok" kata mereka. Masih di siang yang sama, ada teman yg BBM, "Selamat ultah". Terima kasih. Siang mulai habis.
Sore saya ditemani film yang alurnya maju mundur. Mata saya hampir jereng.., gak ngerti-ngerti juga sama filmnya. Maaf, saya emang bukan siswi cerdas jaman sekolah dulu, sekarang juga masih !! Hahahaha.
Masih di sore yang sama, ada sms dan BBM dari teman , "selamat ultah". Iya, terima kasih (tapi tidak untuk fotoku yang paling  menggelikan yang dia jadikan display picture BBM-nya hahaha) !! Sore selesai.
Sepeninggal sore, hampir lupa, ternyata saya ada janji ketemuan sama teman-teman SMA. Ceritanya rapat buat reuni Desember nanti (Semoga jadi ya Tuhan). Tapi sial memang gak bisa ditebak.., ada masalah dengan air di kost. Saya mandi seadanya, mungkin ini yang disebut mandi bebek. Berharap saja, semoga teman-teman saya tidak terlalu terganggu dengan aroma badan saya (kenapa juga sih mesti ada nasib yang namanya : bau badan).
Rapat tetap berlanjut, entahlah dengan bau badan ini hahaha (semoga tidak). Rapat selesai, sebagian pulang, saya dan beberapa teman lagi memilih lanjut seru-seruan. Karaoke. Melewatkan Cak Lontong di ILK berarti yah ?? Gak apa-apa. Tanggal 10 Juni akan selesai di tempat ini, Inulvista, room12.
Saya menulisnya di antara teman-teman saya yang bernyanyi. Saya memikirkan hot chocolate di tempat rapat tadi yang habis. Tumben. Mungkin karena kamu tidak sedang denganku, manisnya pas. Ada kamu membuat "rasa" saya terlalu manis :-)

Kamis, 05 Juni 2014

GALAKSI (GALau-siK-aSIk)

Sebenarnya tulisan ini bukan hal penting, tapi bukannya selama ini emang gak penting kan ? Baiklah, kita lanjutkan dongeng pengiring malam kali ini ( pengiring ya..., klo pake *pengantar tidur* gak cocok soalnya saya belum mau tidur. PENTING).
Tersebutlah diriku, anak kost yang lebih sering melewatkan malam dengan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu ber"faedah" seperti nonton TV. Beberapa minggu terakhir saya suka dengan program Kompas TV yang namanya SOSMED. Namun, malam kali ini berbeda saudara-saudara. SOSMED yang kutunggu tak kunjung berkunjung. Saya cari tahu ke twitter ternyata pindah jam tayang. 23.30 pemirsa. 23.30 berarti setengah satu malam di waktu kostku. Wuaaaaaaaaa.., seperti program-program tv yang agak mendingan lainnya, SOSMED tayang tengah malam. Bete ?? Pasti iya !!
Sembari (beuh...sembari) menerima nasib campur kesal, jari saya mencet-mencet remote tv. Hati pasrah sama takdir yang akan menghentikan jari saya berhenti mencet remote di channel mana. Saya juga gak akan nonton, asal ada suara aja di kamar. Beberapa menit berlalu, tv saya cuekin sampai akhirnya saya mencerna suara yang keluar dari tv. Lagu dangdut. 
Mungkin saya tidak akan peduli kalau saja lagu dangdutnya adalah lagu dangdut semacam "jatuh bangun" atau "selamat malam"nya Evie Tamala. Lagu kali ini berbeda kawan-kawan. Saya tidak tahu judulnya, saya juga tidak tahu siapa yang nyanyi. Tapi lagu ini terasa menarik perhatian di bagian liriknya yang seperti ini "aku galau, aku galau ........." lalu kemudian backing vocal masuk dengan kata "sik...aseeeeeeeik" || Nurani saya tergeletik saudara-saudara !!! Jadi bingung saja dengan lagu ini, terlebih tujuan pemakaian backing vocal yang berbekal "sik...aseeeeik". Heran saja, lagunya bercerita tentang galau-galauan, tapi backing vocal nyeletuk "sik...aseeeeik". Ini maksudnya apa ???? Memang lagunya berirama lumayan cepat..., tapi menurut saya celetukan "sik...aseeeeik" di sela-sela lagu tetap saja terasa kurang cocok jika lagunya soal galau. Cari kata lain kek..., atau sekalian gak usah pake backing vocal deh, biar saya gak harus mikir dengar lagunya. Kan kalau gak ada "sik...aseeeeeik" saya bisa mikirin hal lain..., cinta misalnya hahahaha. Tapi ya sudahlah..., sebelum jauh bicara cinta, mending tulisannya segini aja, ILK jg udah mulai. Eikeh nonton Cak Lontong dulu ya !!
Galau bukan halangan untuk tetap asik..., tapi "asik" di tengah lagu galau terasa kurang pantas...., menurut saya !!

Sabtu, 31 Mei 2014

RI : Republik Indo(mie)sia

Tahun 2014 katanya tahun politik. Negara kita berpesta demokrasi(lagi-lagi "katanya). Mulai dari pileg April kemarin dan kemudian Juli nanti pilpres. 
Sebenarnya saya tidak begitu tertarik  dengan event yang katanya pesta ini, karena menurut saya pemilihan umum adalah kesempatan untuk rakyat kecil seperti saya untuk memilih manusia-manusia mana yang paling saya restui untuk jadi kaya ataupun lebih kaya lagi. Hanya itu !!!
Pileg, pilpres, (awalnya) menurut saya biasa saja. Tapi pilpres kali ini terasa berbeda. Lebih heboh. Heboh di media sosial. Timeline isinya dukungan terhadap capres ini-capres itu, kebaikan capres ini-keburukan capres itu. Awalnya masih biasa saja..., tapi lama-lama terasa lebay. Saya memaklumi kalau ada yang jatuh cinta dengan figur salah satu capres, dan saya juga sama maklumnya jika ada yang tidak mencintai capres yang lainnya, tapi bukankah "mencintai dan tidak mencintai" bisa biasa saja ?? Tidak perlulah memuji demikan hebatnya, dan mencaci yang lain dengan sama hebatnya.
Dukungan-dukungan terhadap capres yg berlebihan ini, lama-lama seperti iklan mie instant. Mengakunya bergizi, mengandung vitamin, dan mineral, padahal yaaaa.....hanya "mie instant". Dan semakin parah, karena iklan "mie instant" kali ini tidak hanya membanggakan kandungan gizi di dalamnya, tapi juga membeberkan bahaya "mie instant" merk lain. Aduuuhh !!
Mendukung sih wajar saja, tapi tidak harus kan berlebihan. Toh, meskipun mengaku bergizi..., tidak ada yang sepenuhnya percaya kalau mie instant merk tertentu bergizi dan sehat. Mie instant hanya ada 2 jenis, yang berkuah atau goreng. Jadi, buat para pendukung-pendukung/timses capres..., berhentilah memenuhi timeline dengan "iklan mie instant" seperti sekarang ini. Kami penikmat "mie instant"..., tidaklah peduli dengan gizi waktu memakannya. Makanya, ketika hendak membeli "mie instant" pertimbangan kami hanya : goreng atau kuah ??? Tidak perlulah berlebihan, berhentilah memberi iming-iming "vitamin" saat menjual mie instant kalian !!

Sebenarnya ada pilihan untuk lebih sehat dengan cara menjauhi mie instant, tapi saya belum bisa, saya pilih Indomie goreng. Kamu ????


Minggu, 25 Mei 2014

Kamu (iya...., kamu)

Selamat malam idola ! Kamu ! Iya..., kamu !! Ini yang mungkin akan saya ucapkan ketika saya bertemu dengan salah satu peserta kompetisi standup comedy di Kompas Tv "Dodit Mulyanto" ( hanya jika saya bertemu di waktu malam..., dan tentu saja hanya jika saya berani :-) ). Kenapa Dodit Mulyanto ?? Karena Dodit lah yang paling mencuri tawa saya. Saya lumayan mengikuti kompetisi ini sejak season 1, tapi baru di season 4 inilah saya dibuat begitu gampang tertawa meskipun lewat sebuah kedipan ataupun ketika melihatnya mengangguk. Iya, saya bisa ngakak karena hal-hal kecil yang dilakukan oleh Dodit. 
Sayangnya langkah Dodit di kompetisi ini harus terhenti di show ke-13. Sebagai pengagum Dodit pastilah saya kecewa dengan keputusan juri ini. Tapi yaaa..., juri memang lebih tahu siapa yang pantas bertahan. Mungkin Dodit Mulyanto memang harus berhenti sampai di show ke-13. Mungkin topik yang diangkat Dodit tidak seberat dan sekeren topik yang diangkat oleh peserta lainnya. Mungkin Dodit terlalu sederhana di antara teman-temannya yang kerapkali lebih kritis saat show. Dan mungkin karena dia yang kelewat sederhana itulah saya lebih menyukai komedinya. Iya.., hal sederhana pun bisa membuat tertawa, dan Dodit memiliki "sederhana" itu. "Sederhana" bisa juga jadi keren, dan (menurut saya) Dodit sukses melakukan itu.
Ah..., tidak tahu mesti menggunakan kata apa lagi untuk mengungkapkan kekaguman saya terhadap komika yang satu ini. Semoga dia eksis di program-program tv, dan semoga suatu saat dia show di Makassar dan saya berkesempatan untuk menontonnya. Saya masih terus berharap untuk menuai tawa dari hal-hal sederhana, hal sederhana yang jadi keren di "tangan" Dodit. Iya, harapan saya sederhana : tertawa. Saya tidak menuntut Dodit(siapa saya??) untuk menjadi kritis karena saya bisa menemui itu di orang kebanyakan. Saya juga tidak mengharapkan Dodit bisa memberikan "sesuatu" kepada penontonnya untuk dibawa pulang selain tawa. Toh tawa itu adalah pertanda saya terhibur, dan buat saya itu lebih dari cukup. 
Mengutip kata-kata Dodit saat dia closemic "kata Mas Radit, ada 2 tipe standup comedy. ; yang pertama itu tipe yang ingin mencerdaskan bangsa, dan itu muluk banget. Yang kedua adalah ; hello guys !! Ini loh..., lucu !! Dan keduanya sah_ Saya memilih yang kedua !!" _ DAN SAYA MEMILIH KOMIKA YANG MEMILIH TIPE YANG KEDUA. Kamu !! Iya..., kamu !! Kamu.., Dodit !!_

Rabu, 23 April 2014

Perempuan

21 April, Hari Kartini. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai hari perempuan Indonesia. Tak ketinggalan kantor-kantorpun ikut merayakan hari perempuan ini. Jika pada saat Imlek kantor mewajibkan karyawan-karyawannya memakai pakaian bernuansa merah, maka pada Hari Kartini tak jarang karyawati memakai kebaya atau pakaian lain yg lebih "perempuan". 
Lalu bagaimana dengan kantor yg tidak punya aturan berkebaya di Hari Kartini ??? Apakah pegawai perempuannya tidak memiliki jiwa perempuan seperti perempuan lain yg sedang berkebaya ??? Saya rasa tidak. Perempuan tidak melulu seputar pakaiannya yg kelihatan "perempuan". Tidak harus berkebaya, memakai rok, atau gaun untuk membuat perempuan layak disebut perempuan, atau menyebut dirinya perempuan.
Menurut saya, ada beberapa hal yg cukup membuat seorang perempuan meyakini dirinya adalah perempuan. Apakah itu ??? Eng...ing...eng... :
  • Bingung memilih baju. Yapp, semua cewek pasti pernah merasakan hal yg satu ini. Baju bertumpuk di lemari, tapi tetap saja berlagak tidak tahu mesti pake baju apa. Bertingkah seolah-olah tidak punya baju. Dan yg lebih sialnya lagi, udah mikir lama mau pake baju yg mana, jadinya malah salah kostum.
  • Bingung mau makan apa. Dan yg kedua adalah soal makanan. Akan ada masanya di mana seorang perempuan tidak bisa menentukan pilihan untuk hal-hal kecil, seperti : Siang nanti mau makan apa ??? Nah.., kadang soal memilih menu makan sj perempuan bisa tampak seperti bingung memilih jodoh....preeett
  • Bingung memutuskan potong rambut atau tidak. Nah.., ini lagi hal yg menurut saya adalah "cewek banget". Perkara mau potong rambut atau tidak kadang makan waktu berhari-hari. Mikirnya dengan penuh pertimbangan karena takut nantinya malah menyesal ( kayak pertimbangan waktu mau pacaran atau mau nikah ya??). Dan tidak jarang, udah mikir berhari-hari, tapi keputusannya "rambut tidak jadi dipotong". Ini seperti, lagi ditembak cowok, terus minta waktu berpikir, dan ujung-ujungnya cowoknya ditolak.
Kali ini segitu dulu. Pernah merasakan ketiga hal ini adalah pertanda yg cukup untuk menyadari diri kita adalah perempuan. Tidak harus berkebaya, berdandan cantik seperti perempuan cantik lainnya untuk disebut perempuan. Cukup memiliki tiga kebingungan ini.  

Selasa, 18 Maret 2014

Nasib

Ada tidak ya orang yang seumur hidupnya tidak pernah merasakan "nasib sial"?? Hmmm..., mungkin susah ya nemu orang dengan nasib yg demikian menakjubkan itu. Atau mungkin memang manusia seperti itu tidak ada di dunia ini. Karena menurut saya sih.., nasib sial itu bisa saja bersumber dari hal-hal kecil atau bahkan sepele.
Setidaknya ada 4 hal sepele yang bisa membuat saya membubuhkan cap sial di jidat sendiri saat sedang mengalaminya. Apakah itu ??? Jengjeng....jreeeng... :
  1. Angkot aka petepete. Bukan angkot asal angkot ya !! Maksud saya adalah kejadiannya terkait dunia per-angkot-an/perpetepetean. Pengguna atau bahkan penggemar petepete sejagad raya pasti pernah mengalami yang namanya "lagi buru-buru, tapi dapat angkot yang supirnya nyebelin". Kitanya lagi buru-buru, tapi entah karena sang supir kejar setoran, beliau suka berhenti di lorong manapun nungguin calon penumpang. Belum lagi kalau petepete kurang bahan bakar.., belok ke SPBU deh..., trus antri pula. Aduuuuhh !! Setelah isi bahan bakar.., mampir lagi lah isi angin (gemmeesss). Tidak cukup dari angkot saja dengan supirnya, naib sial itu kadang disempurnakan dengan penumpang yang turun.., tapi cari duitnya laaaammmaa waktu mau bayar..., wuuuuaaaa !!
  2. ATM. Kalau antri di ATM trus ada saja yang kesannya main-main sama mesin uang itu. Kalau lagi buru-buru, nasib sial selalu membawa saya ke ATM yang jumlah antriannya banyak.., udah gitu..., sebelum giliran saya..., yg depan itu pasti banyak transaksi. Entah karena dongkol dan otak yang penuh prasangka buruk, saya selalu merasa "orang yg di depan saya ini sedang main-main". Tapi ini masih jauh lebih beruntung daripada "udah antri lama.., tapi pas dapat giliran eksekusi...eh duitnya habis"
  3. Kasir. Masih terkait dengan antrian. Kadang kalau lagi belanja di supermarket, belanjaan cuma sedikit tapi beberapa orang di depan kita antri dengan trolly penuh. Belum lagi kasirnya kadang lelet. Belum lagi kalau kita sedang buru-buru. Hahhh !!
  4. Listrik. Maksud saya bukan kesetrum ya..., toh kesetrum bukan sial lagi namanya..., dewanya sial kali ya ? Pernah dong ya.., gadget-gadget lagi pada lowwbatt.., tapi pas mau isi baterai..., PLN kita yang semata wayang berulah (namanya juga semata wayang, pasti suka bertingkah). Mati lampu saudara-saudara !! Padahal pada kelangsungan baterai gadget-gadget itulah..., kelangsungan hidup percintaan kita juga sedang bergantung. Entah sedang telponan sama pacar atau gebetan, atau bisa juga lagi chatting gak penting (tapi dipenting2in) tapi PLN yang tidak bersahabat malah membuat kita serasa mundur selangkah. PAHIT pasti ya ??
Demikian cerita saya soal nasib sial. Mudah-mudahan ketika kamu membacanya, kamu tidak sedang duduk sabar dia atas angkot. Atau kamu bisa membacanya waktu lagi berada di dalam antrian panjang ATM atau kasir supermarket. Dan semoga saja, habis baca ini gadget kamu tidak segera lowbatt !!

Sabtu, 15 Maret 2014

Racun

Eits..., ini bukan racun yg bisa dimakan loh.., yg biasa orang-orang pake buat bunuh diri. Ini racun yg berbeda. Tidak mematikan, tapi saya tetap saja menyebutnya racun. Apa itu ? Eng...ing...eng...: 

"Not A Bad Thing" - Justin Timberlake

Said all I want from you is to see you tomorrow
And every tomorrow, maybe you’ll let me borrow your heart
And is it too much to ask for every Sunday
And while we're at it, throw in every other day to start
I know people make promises all the time
Then they turn right around and break them
When someone cuts your heart open with a knife, and you're
bleeding
But I could be that guy to heal it over time
And I won’t stop until you believe it
Cause baby you’re worth it
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me
Cause you might look around and find your dreams come true,
with me
Spend all your time and your money just to find out that my
love was free
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me, me
It’s not a bad thing to fall in love with me, me
Now how about I’d be the last voice you hear tonight?
And every other night for the rest of the nights that there are
Every morning I just wanna see you staring back at me
'Cause I know that’s a good place to start
I know people make promises all the time
Then they turn right around and break them
When someone cuts your heart open with a knife, and you're
bleeding
Don't you know that I could be that guy to heal it over time
And I won’t stop until you believe it
Cause baby you’re worth it
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me
Cause you might look around and find your dreams come true,
with me
Spend all your time and your money just to find out that my
love was free
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me, me
It’s not a bad thing to fall in love with me, me
It’s not a bad thing to fall in love with me, me
Not such a bad thing to fall in love with me
(Not such a bad thing to fall in love with me)
No I won’t fill your mind
With broken promises and wasted time
And if you fall, you’ll always land right in these arms
These arms of mine
Don't act like it’s a bad thing to fall in love with me
Cause you might look around and find your dreams come true,
with me
Spend all your time and your money just to find out that my
love was free
So don't act like it’s a bad thing to fall in love with me, me
It’s not a bad thing to fall in love with me, me
Not such a bad thing to fall in love with me

Yapp..., maksud saya adalah lagu Justin Timberlake yg judulnya "Not A Bad Thing" ini. Lagunya keren. Baru dengar intronya aja udah bisa tahu klo lagu ini keren.... Liriknya ??? Aaaahhhhh !  Dan ini adalah kali kedua Justin Timberlake meracuni saya, setelah sebelumnya dengan "Mirrors"nya itu. Haahh..., Justin ini.... :-)
Kembali ke "Not a bad thing"..., sepertinya lagu ini buat gombalin si Jessica Biehl ya ?? (keterlaluan sih klo seandainya dia nolak Justin Timberlake). Ah..., beruntung sekali Jessica Biel digombal dengan lagu seperti ini. Tapi emang sih..., Jessica Biel pantas beruntung kok..., dia juga keren. Hhmmm..., sepertinya mesti jadi keren dulu biar bisa beruntung.
Etapi..., ngomongin soal beruntung, seandainya lagu ini buat saya..., tentulah saya tidak sepenuhnya beruntung. Kenapa ?? Karena eh karena..., saya bisa saja pingsan kalau pria sekeren Justin ngegombalin saya yg jelas-jelas jauh dari kesan keren. Kalaupun tidak sampai pingsan..., paling kurang menggigil-lah. Untung yah "Not a bad thing" bukan buat saya hahahaha. Ah.., sepertinya tidak selamanya nasib untung itu bersyarat keren. Iya kan ?? Iya kan ??? Hahahaha..., makin ngaco ya ?? Baiklah..., sebelum ngaco berlanjut lagi..., sudahi ini !!!

Selasa, 25 Februari 2014

(sebut saja) cinta

Untuk Stephanie Litha yang biasa kami panggil Vani..

Hai Van..
Gak usah kaget yah kenapa surat cinta aku buat untuk kamu. Yaaa...habis gimana lagi..., orang yang lebih kucintai sedikit daripada kamu gak ikutan proyek 30 Hari Menulis Surat Cinta ini sih. Boro-boro ikutan, nulis aja kayaknya dia gak suka hahaha (maap.., jadi ketawa sendiri aku Van).
Bingung nih, aku mau tulis apa di surat yang katanya surat cinta ini.
Hmmm..., aku cerita soal bagaimana (sebutlah) "cinta" ini tumbuh aja yah.
Aku kenal kamu gara-gara kita sama-sama mendengarkan radio yang sama. Waktu itu aku udah semester akhir kuliah dan sepertinya kamu masih SMP (aku tua yah??)
Kesan pertama kamu cerewet. Ya udah, gitu aja sih.
Kemudian, karena kesibukan masing-masing kita gak pernah ketemu lagi selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya aku aktif lagi main di fb, dan ternyata kamu udah mulai "nulis" di blog.
Awalnya kamu nawar-nawarin baca blogmu dan aku takjub aja, anak yang usianya jelas-jelas jauh di bawahku, ternyata bisa sepuitis ini. Ya lagi-lagi.., itu aja.
Dari hari ke hari, aku tetap saja membaca blogmu sampai akhirnya aku jadi kepikiran untuk mulai mengisi blogku yang mati suri karena berhenti di "sekedar buat".
Aku diam-diam menulis.
 Kita terus saja berinteraksi di sosial media, membahas tulisanmu dan akhirnya aku mulai memberanikan diri untuk menawarkan tulisanku kepadamu.
(Entahlah waktu itu kamu tulus apa nggak) Kamu bilang aku bisa menulis. Aku jadi pede, sedikit. Karena pede yang masih sedikit itulah makanya kamu pernah jadi satu-satunya orang yang bisa aku ajak membaca tulisanku. Terima kasih.
Terima kasih karena kamu yang jauh lebih muda selalu menyemangati aku yang jauh lebih tua ini.
Iya ya Van, menulis itu menyenangkan. Aku menyadarinya setelah beberapa lama. Terima kasih karena telah membantuku menemukan kesadaran itu. Walaupun mungkin aku tidak akan pernah jadi penulis profesional, tapi jujur aku begitu menikmatinya. Dan sepertinya itu sudah cukup.
Terima kasih Van, karena telah membantuku menemukan cara baru untuk tersenyum. Iya, aku tersenyum saat sedang menulis. Aku tersenyum setelah menyelesaikannya. Aku tersenyum ketika ada yang membacanya, dan sekali lagi aku akan tersenyum jika mereka yang membacanya juga tersenyum.
Sudah dulu ya, Van. Suratku segini aja dulu. Semoga kamu tersenyum membacanya.., karena pasti senyumku pun akan menyusul.
Terima kasih  (Aku menulisnya dengan senyum)
#30HariMenulisSuratCinta

Kamis, 20 Februari 2014

Alasan "tua"

Belakangan saya sering mendengar nasehat untuk bersikap dewasa karena katanya saya ini sudah tua. Padahal, jika dibandingkan dengan orang yang berumur 30-40 tahun saya ini jelas lebih muda. Iya.., saya jarang merasa tua. Perasaan "tua" itu datang hanya jika memikirkan hal-hal ini :
  • Saya jadi anak yatim 24 tahun yang lalu
  • Saya lulus SMA 10 tahun yang lalu 
  • Waktu sekolah istilahnya masih cawu
  • Tergila-gila sama Backstreet Boys & Westlife kira-kira 15tahun yang lalu
  • Lagu-lagu Ahmad Dhani tidak lagi sekeren ELANG dan ROMAN PICISAN 
  • Dulu Denada belum jadi penyanyi dangdut
  • Dulu stasiun TV swasta masih dikit
  • Serial Meteor Garden kira-kira 11-12 tahun yang lalu
  • Jaman sekolah sinetron tayangnya masih mingguan
  • Waktu saya SD Nia Daniaty belum nikah sama Farhat Abbas
  • Dulu infotainment cuma Kabar-Kabari, Buletin Sinetron, dan Cek&Ricek
  • Dulu Artis paling cantik ya Deasy Ratnasari
  • David Beckham, Ryan Gigs, Paolo Maldini, Filippo Inzaghi sekarang udah pada pensiun
  • Waktu masih SD harga Indomie masih 200 perak, trus mie instan yang murah harganya seratus rupiah dan telur bebek tentu saja 200 perak pula (dipikir-pikir, harga indomie sama telur bebek berbanding lurus, ya?? :-) )
  • Anak-anak kecil lebih sering manggil saya tante.., bahkan pernah seangkot dengan anak-anak SMP dan saya dipanggil tante oleh mereka :-/
  • Kalau jalan ke salah satu pusat perbelanjaan, selalu dipanggil kakak sama kasirnya. Pernah sih, agak keberatan (dalam hati) karena kasir yang manggil saya kakak ini udah keriput..., tapi pas pulang dan ngaca..., keberatan saya tarik :-(

Minggu, 16 Februari 2014

Maaf

Maaf..,
Bukannya aku tidak melihatmu,
Aku hanya sedang berbagi cerita dengan hujan
Maaf..,
Bukannya aku tidak mendengarmu,
Tapi suara hujan sepertinya terdengar lebih merdu
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi suka senyum hangatmu,
Tapi sekarang aku lebih menyukai dinginnya hujan
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi ramah kepadamu,
Aku hanya sedang mencoba berteman dengan banyak hal
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi ingin berbagi kebahagiaan denganmu,
Aku hanya sedang merayakan kepergian hal-hal yang memang seharusnya pergi...,sendiri
Maaf..,
Bukannya aku tidak lagi mengingatmu
Aku hanya sedang tidak peduli  !!!
Dariku : yang pernah begitu tertarik denganmu

#30HariMenulisSuratCinta

Kamis, 13 Februari 2014

Kusebut saja kau "Teman"

Sudah cukup lama kamu disini bersamaku, dan karena itulah aku menyebutmu "teman".
Apakah aku tidak cukup menyebalkan hingga kamu demikian betah denganku?? Kamu tidak menjawab. Kamu diam dan terus saja mengikutiku.
Ah.., mungkin aku memang tidak cukup menyebalkan bagimu. Aku anggap saja seperti itu.
Terlalu sering aku memintamu pergi, tapi kamu terus saja di dekatku, menemani setiap perjalananku.
Tidak bosankah kamu menemaniku ?? Hahh..., sepertinya tidak.
Aku tidak pernah menginginkan kamu akan selama ini bersamaku. Aku juga tidak pernah mengharapkan kamu berada di salah satu bagian hidupku. Tidak pernah.
Jujur, aku jenuh denganmu. Berada di dekatmu hanya akan menambah berat langkah kakiku, dan mengaburkan pandanganku.
Tidak perlu lagi lah kita berteman, jalanlah mendahuluiku dan aku akan tetap disini, diam di tempat, menyaksikan kepergianmu, hingga akhirnya kamu benar-benar hilang dari pandanganku.

Pergilah !! Biarkan aku mendapat teman baru !!

Untukmu : "teman"ku yang sebenarnya bernama "luka"

Dariku     : yg masih saja berharap sesegera mungkin mengganti namamu "luka" menjadi "lupa"
#30HariMenulisSuratCinta

Selasa, 11 Februari 2014

Kepada Lelaki Yang Kutemui 5 Tahun Lalu

Kepada 
Lelaki yg kutemui 5 tahun lalu

Pasti kamu sudah lupa dengan fotografer foto di samping ?? Foto ini aku yg ambil, di pertemuan pertama dan mungkin sekaligus terakhir bagi kita. 
Aku melihatmu di fooodcourt salah satu pusat perbelanjaan  di kota ini. Waktu itu kamu bersama seorang temanmu, memilih duduk di depan mejaku. Menarik melihat anak seumuranmu jalan ke mall berdua dengan temanmu.
Aku yg duduk berhadapan dengan kalian, terus saja mengamati gerak-gerikmu. "anak ini lucu" begitu pikirku.
Aku tidak hanya mengamatimu, aku bahkan menghampiri mejamu dan bertanya banyak hal. Awalnya aku berpikir, jika aku menghampiri, kamu dan temanmu akan mengira aku adalah penculik anak-anak. Tapi melihatmu yg menjawab pertanyaan dan memperlakukanku dengan sopan, aku tahu kamu tidak curiga akan aku culik.
Sekarang aku sudah lupa nama kamu siapa. Yang masih melekat di ingatanku adalah kamu anak kelas 5 SD di salah satu sekolah terkemuka di kota ini. Masih banyak yg kamu ceritakan waktu itu, tapi sepertinya waktu 5 tahun sudah menghapusnya dari kepalaku. Yg masih membekas hanyalah kesan "kamu lucu". Iya.., kamu lucu. Tapi aku juga masih ingat, saat kamu berbicara atau bahkan tertawa saat aku goda, aku yg sambil mengamatimu.., berpikir "meskipun lahir dari ibu yg dekil aku akan berusaha sekuat tenaga agar anakku kelak memiliki kulit sebersih kulitmu"
Sekarang kamu apa kabar ?? Sudah SMA pasti yah ?? Pasti lebih tinggi lagi. Salam buat teman jalanmu waktu. Masihkah kalian berteman ?? Atau waktu 5tahun sudah mengantarmu ke gerbang pertemanan yg lain ??
Mudah-mudahan kamu masih selucu dan sebersih 5tahun lalu.

Dariku : yg 5tahun lalu suka dengan pipimu
Sarti
30 Hari Menulis Surat Cinta

Senin, 10 Februari 2014

Untukmu yg perlahan aku cintai

Hai, kamu
Ah...,terlalu basa-basi yah klo aku menanyakan kabarmu ?? Toh seminggu lalu kita bertemu, kan ??
Sepertinya tidak ada yg berubah denganmu, kata orang-orang kamu masih sama menyebalkannya waktu kamu datang seminggu yg lalu, dan minggu-minggu sebelumnya.
Iya, kamu tidak berubah, sedikitpun tidak !! Mungkin kali ini akulah yg berubah. Aku perlahan-lahan keluar dari komunitas pembencimu.
Entah kenapa aku menarik diri dari mereka. Mungkin karena kebencian orang-orang di sekitarku yg malah membuatmu tampak gagah di mata dan pikiranku. Iya, kamu yg hanya muncul seminggu sekali begitu hebat mempengaruhi mereka. Mereka merasa terganggu, mereka tidak nyaman dengan kedatanganmu, mereka tidak menyukaimu, mereka membencimu. Tapi aku, mulai "TIDAK".
Entah kapan mulainya aku mulai merasa ingin berteman denganmu, dan sekarang aku mulai menyukaimu. Aku sudah memutuskan untuk berseberangan dengan pembenci-pembencimu, dan mulai mencintaimu.
Aku tidak akan mengharapkan kamu berubah jadi manis. Tetaplah begitu. Menyebalkan dan tidak disukai orang-orang. Cukup aku saja yg berubah, memandangmu dengan cara yg berbeda lalu akhirnya aku yakin "aku sedang menyukaimu"

Dariku 
Yang sedang belajar mencintai hari Senin : Sarti

Jumat, 24 Januari 2014

Luka

Aku pernah berharap kepada hujan
memimpikan engkau dibasuhnya
Hanya mimpi !!
Aku pernah berbicara kepada angin
memintanya membawamu terbang
tapi angin tak cukup kuat
Aku pernah memohon kepada matahari,
agar engkau dibuat kering dan tak lagi tumbuh,
tapi matahari tak cukup panas buatmu
Sekarang aku tertunduk, menyerah kepada waktu
Semoga saja ia iba,
lalu membalutmu dengan perban yg kusebut "lupa"
Luka....,
Segeralah kau sembuh,
Agar alasanku tersenyum bertambah satu !!

Kamis, 16 Januari 2014

Hujan

Aku menyukai dinginmu
Tidak harus melihat dan menyentuhmu untuk menyadari kedatanganmu
Aku mengenali bahkan suara terhalusmu
Iya, kamu sepaket dengan dingin
Tapi bukankah sudah terlalu lama kamu disini??
Pergilah sebentar saja,
Ada yang menunggumu di belahan bumi yang lain
Lalu kembalilah malam nanti
Tapi jika kamu kembali dan mendapatiku tertidur,
Bukan karena aku tidak menunggumu
Aku hanya sedikit lelah
Datang sajalah lagi,
Seperti malam-malam sebelumnya

Rabu, 15 Januari 2014

Lupa

Ada fase di dalam kehidupan di mana kita mengalami hal yang tidak enak dan saking tidak enaknya kita ingin melupakan hal yg tidak enak tersebut atau bahkan orang-orang yang punya peran sehingga hal tidak enak tersebut terjadi. Berhasilkah ?? Mungkin iya!!  Mudahkah??  Mungkin jg iya,  tapi saya rasa akan banyak yg mengalami kesulitan dalam fase melupakan ini. Begitu sulitnya, sampai ada yg gagal bahkan berkali-kali.
Apa yg membuatnya gagal??  Entahlah!!  Usaha sudah keras, niat apa lagi, lalu kenapa masih juga gagal??  (lagi-lagi) entahlah!! Malahan usaha yg demikian kerasnya justru lebih sering berbanding terbalik dengan hasilnya. Seperti kata Parachute di lagu Hurricane " Oh funny how it all comes backWhen you’re trying to forget it". Yapp.., hal ini selalu terjadi. Solusi ??? Belum ketemu :-)
Yaahh, sambil mencari solusi kita sepertinya perlu memahami bahwa perkara melupakan itu kadang seperti poni yg salah potong dan hasilnya gak cocok sama yg empunya poni, lalu sang empunya memutuskan untuk tidak memakai poni. Poni yg jelek/tidak cocok tidak serta-merta bisa dihilangkan dengan cara memotongnya lagi. Poni tidak hilang ketika ia dipotong. Memotongnya lagi tetap saja membuatnya disebut poni. Yang empunya poni hanya perlu membiarkan poninya tumbuh seiring waktu, hingga akhirnya poni mencapai panjang tertentu dan ia tidak lagi layak disebut poni !! Yapp, menghilangkan "poni" yg jelek hanya butuh waktu.

Selasa, 07 Januari 2014

aneh


Ini bukan cerita mistis yg lazim orang-orang sebut dengan keanehan. Ini hal "aneh" yg lain,  tentu saja menurut saya.
Dalam hidup orang-orang lajang yg sudah (katakanlah) cukup umur.., akan selalu punya peluang jika bertemu dengan orang lain untuk ditanyai " kapan menikah??" .., dan mungkin jg " kenapa belum menikah??". Sungguh pertanyaan yg sebaiknya dijawab dengan senyum saja. Yaapp..,  cukup dengan senyum karena mungkin ini adalah pertanyaan basa-basi.
Lalu bagaimana jika ternyata pertanyaan soal menikah ternyata bukan basa-basi??  Jawaban tetap sama : senyum.
Iya..., menjadi orang yg tidak/belum menikah seperti sepaket dengan kewajiban tersenyum saat orang lain membahas soal pernikahan. Senyum dan bahkan lebih sabar..,  apalagi saat orang-orang tidak berhenti di sekedar bertanya tapi mulai naik kelas jadi meremehkan, dan menggunjing di belakang. Dan inilah yg saya sebut aneh. Tidak menikah atau telat menikah entah kenapa harus dipandang sebagai sesuatu yg memalukan dan jadi menu favorit bagi para penggunjing. Kalau berzinah adalah dosa, lalu kenapa perawan tua lebih pantas dihina ketimbang mereka yg bukan lajang tapi dulunya hamil di luar nikah?? ANEH !!!

Selamat Ulang Tahun, Tetangga!

  sumber gambar : www.digaleri.com Baru beberapa menit berlalu dari pukul 20.00 tapi mata saya sudah mengantuk. Saya memutuskan untuk...