Sabtu, 31 Mei 2014

RI : Republik Indo(mie)sia

Tahun 2014 katanya tahun politik. Negara kita berpesta demokrasi(lagi-lagi "katanya). Mulai dari pileg April kemarin dan kemudian Juli nanti pilpres. 
Sebenarnya saya tidak begitu tertarik  dengan event yang katanya pesta ini, karena menurut saya pemilihan umum adalah kesempatan untuk rakyat kecil seperti saya untuk memilih manusia-manusia mana yang paling saya restui untuk jadi kaya ataupun lebih kaya lagi. Hanya itu !!!
Pileg, pilpres, (awalnya) menurut saya biasa saja. Tapi pilpres kali ini terasa berbeda. Lebih heboh. Heboh di media sosial. Timeline isinya dukungan terhadap capres ini-capres itu, kebaikan capres ini-keburukan capres itu. Awalnya masih biasa saja..., tapi lama-lama terasa lebay. Saya memaklumi kalau ada yang jatuh cinta dengan figur salah satu capres, dan saya juga sama maklumnya jika ada yang tidak mencintai capres yang lainnya, tapi bukankah "mencintai dan tidak mencintai" bisa biasa saja ?? Tidak perlulah memuji demikan hebatnya, dan mencaci yang lain dengan sama hebatnya.
Dukungan-dukungan terhadap capres yg berlebihan ini, lama-lama seperti iklan mie instant. Mengakunya bergizi, mengandung vitamin, dan mineral, padahal yaaaa.....hanya "mie instant". Dan semakin parah, karena iklan "mie instant" kali ini tidak hanya membanggakan kandungan gizi di dalamnya, tapi juga membeberkan bahaya "mie instant" merk lain. Aduuuhh !!
Mendukung sih wajar saja, tapi tidak harus kan berlebihan. Toh, meskipun mengaku bergizi..., tidak ada yang sepenuhnya percaya kalau mie instant merk tertentu bergizi dan sehat. Mie instant hanya ada 2 jenis, yang berkuah atau goreng. Jadi, buat para pendukung-pendukung/timses capres..., berhentilah memenuhi timeline dengan "iklan mie instant" seperti sekarang ini. Kami penikmat "mie instant"..., tidaklah peduli dengan gizi waktu memakannya. Makanya, ketika hendak membeli "mie instant" pertimbangan kami hanya : goreng atau kuah ??? Tidak perlulah berlebihan, berhentilah memberi iming-iming "vitamin" saat menjual mie instant kalian !!

Sebenarnya ada pilihan untuk lebih sehat dengan cara menjauhi mie instant, tapi saya belum bisa, saya pilih Indomie goreng. Kamu ????


Minggu, 25 Mei 2014

Kamu (iya...., kamu)

Selamat malam idola ! Kamu ! Iya..., kamu !! Ini yang mungkin akan saya ucapkan ketika saya bertemu dengan salah satu peserta kompetisi standup comedy di Kompas Tv "Dodit Mulyanto" ( hanya jika saya bertemu di waktu malam..., dan tentu saja hanya jika saya berani :-) ). Kenapa Dodit Mulyanto ?? Karena Dodit lah yang paling mencuri tawa saya. Saya lumayan mengikuti kompetisi ini sejak season 1, tapi baru di season 4 inilah saya dibuat begitu gampang tertawa meskipun lewat sebuah kedipan ataupun ketika melihatnya mengangguk. Iya, saya bisa ngakak karena hal-hal kecil yang dilakukan oleh Dodit. 
Sayangnya langkah Dodit di kompetisi ini harus terhenti di show ke-13. Sebagai pengagum Dodit pastilah saya kecewa dengan keputusan juri ini. Tapi yaaa..., juri memang lebih tahu siapa yang pantas bertahan. Mungkin Dodit Mulyanto memang harus berhenti sampai di show ke-13. Mungkin topik yang diangkat Dodit tidak seberat dan sekeren topik yang diangkat oleh peserta lainnya. Mungkin Dodit terlalu sederhana di antara teman-temannya yang kerapkali lebih kritis saat show. Dan mungkin karena dia yang kelewat sederhana itulah saya lebih menyukai komedinya. Iya.., hal sederhana pun bisa membuat tertawa, dan Dodit memiliki "sederhana" itu. "Sederhana" bisa juga jadi keren, dan (menurut saya) Dodit sukses melakukan itu.
Ah..., tidak tahu mesti menggunakan kata apa lagi untuk mengungkapkan kekaguman saya terhadap komika yang satu ini. Semoga dia eksis di program-program tv, dan semoga suatu saat dia show di Makassar dan saya berkesempatan untuk menontonnya. Saya masih terus berharap untuk menuai tawa dari hal-hal sederhana, hal sederhana yang jadi keren di "tangan" Dodit. Iya, harapan saya sederhana : tertawa. Saya tidak menuntut Dodit(siapa saya??) untuk menjadi kritis karena saya bisa menemui itu di orang kebanyakan. Saya juga tidak mengharapkan Dodit bisa memberikan "sesuatu" kepada penontonnya untuk dibawa pulang selain tawa. Toh tawa itu adalah pertanda saya terhibur, dan buat saya itu lebih dari cukup. 
Mengutip kata-kata Dodit saat dia closemic "kata Mas Radit, ada 2 tipe standup comedy. ; yang pertama itu tipe yang ingin mencerdaskan bangsa, dan itu muluk banget. Yang kedua adalah ; hello guys !! Ini loh..., lucu !! Dan keduanya sah_ Saya memilih yang kedua !!" _ DAN SAYA MEMILIH KOMIKA YANG MEMILIH TIPE YANG KEDUA. Kamu !! Iya..., kamu !! Kamu.., Dodit !!_

Selamat Ulang Tahun, Tetangga!

  sumber gambar : www.digaleri.com Baru beberapa menit berlalu dari pukul 20.00 tapi mata saya sudah mengantuk. Saya memutuskan untuk...