Jumat, 04 Juli 2014

Klo menyesal, jangan salahkan saya !!!

Kali ini saya masuk blog dengan modal nol. Saya tidak punya ide. Tapi saya mau mengisi blog ini, saya  mau nulis. Itu aja sih. Maka keluarlah huruf-huruf ini dengan tidak jelas karena saya tidak tau mesti nulis apa. Anggap saja kali ini saya curhat tentang diri saya yang mau banget nulis, tapi ide tulisan gak punya.
(Paragraf satu selesai !! hahahaha) 
Keadaan saya sekarang ini, mungkin sama saja ketika lagi lapar banget tapi gak tahu mau makan apa. Iya, "saya yang mau nulis(banget) tapi terbentur masalah ide" bisa disamakan dengan "saya yang mau makan tapi gak tahu maunya makan apa". Eh....tapi, mungkin gak sama juga kali yah?? Soalnya kali ini, saya yang mau nulis benar-benar gak punya ide. Klo soal pengen makan tapi gak tshu mau makan apa, kan bisa saja makanannya udah ada tapi saya yang memang belum tahu mau pilih mana. Kali ini saya gak punya pilihan "ide mana yang akan saya kembangkan jadi tulisan, untuk selanjutnya jadi isi blog ini". Jadi, sepertinya kali ini keadaan "saya yang pengen banget nulis tapi gak punya ide" lebih cocok disamain dengan "pengen banget makan, tapi gak punya duit buat beli makanannya". Ujung-ujungnya ke duit...hahahaha.
(Dan ide belum juga muncul)
Selain mirip dengan "pengen makan tapi gak punya duit buat beli makanan", mungkin keadaan saya sekarang yang tanpa ide bisa juga disamakan dengan "pengen tidur, tapi gak ngantuk-ngantuk juga", pengen miara binatang tapi gak punya kandangnya, malas diam di rumah tapi gak tahu mesti jalan kemana, pengen pacaran tapi gak ada yang mau *jleb* *sambungin aja kemana-mana* || Susah amat yah dapat ide ?? Eh..., dapat duit buat beli makanan juga susah. Dapat pacar lebih susah lagi *uhuk* || Orang-orang yang blognya penuh hebat yah ?? "Ide" akrab dengan mereka. Hahhhh...., "ide" pilih kasih nih !!
(Merenung sesaat)
(Ternyata curhatan saya udah panjang)
(Tapi belum tahu juga mau nulis apaan)
Sudahlah dengan nasib orang-orang hebat. Saya jadi lapar mikirinnya. Tapi makin lapar lagi karena sadar duit saya gak seberapa buat beli makanan *nahan air mata* Lalu kemudian, "saya lapar tapi gak punya duit cukup buat beli makanan sehat" malah terjadi bersamaan dengan "saya pengen nulis tapi gak punya ide". Ternyata mereka jodoh !! (apa-apaan ini ???)
(Kembali merenung)
(Udah tahu mau makan apa)
(Beli indomie aja deh)
Akhirnya keadaan mengharuskan saya makan Indomie *berusaha tegar* Saya udah punya piihan soal makanan,(meskipun) ide tulisan tetap aja belum datang, tapi blog ini kemudian terisi tanpa "modal" awal hahahaha
Semoga yang membaca tulisan ini tidak menyesal, karena tulisan ini sama seperti indomie yang jadi satu-satunya pilihan ketika duit tidak cukup buat beli makanan sehat. Asal makan dan asal blogku terisi saja.
Sekian dan salam indomie !!

Minggu, 29 Juni 2014

Aku Ingin Menulis Puisi

Aku ingin menulis puisi

Puisi tentang kamu

Tapi aku malu

Jadi,

Daripada aku mempermalukan diri sendiri

Aku memilih tidak menulis puisi !

Selasa, 10 Juni 2014

(bukan)Life Recap

Seperti tahun lalu, dalam rangka ulang tahun yg ke-27 saya bikin life recap. Tapi untuk kali ini, setengahnya kan udah di akhir tahun 2013 kemarin. Setengahnya lagi kayak biasa aja..., dan mungkin sebaiknya disimpan untuk jadi cerita akhir tahun nanti. Lagian, setahun belakangan hidup saya banyak patah hatinya. Timorhy Marbun nikah lah..., akhir Mei kemarin Donie juga ikut-ikutan nikah. Wuaaaaah...., hidupku perih amat ya ??? Hahahaha
Ya...,karena lagi malas cerita patah hati (padahal emang gak ada ide) mending saya bahas saja yang terjadi seharian ini. 10 Juni 2014.
Pagi.., bangun tidur dapat sms dari 2 teman yang sepertinya hanya mereka berdua yang ingat dengan ulang tahun saya dari tahun ke tahun (selain ibu dan adik saya tentunya). Tidak lama.., ibu dan adik saya menelpon.., biasa lah..., ucapan selamat ulang tahun. Terima kasih. Saya cinta kalian !!!
Lanjut.., saya ke kantor. Di kantor kayaknya kerjaan lagi gak ada.., siap-siap deh youtube-an seharian hahaha. Tapi gak juga sih.., belakangan saya lagi cinta-cintanya dengan puisi dan semua tulisan seorang Putu Aditya Nugraha (ah...aku jatuh cinta dengan Filosofi Pasir lebih dulu). Youtube nomor 2.., Bli Adit nomor 1 hahaha. 
Di sela-sela baca tulisan Bli Adit (sok akrab banget ya ?? Hihihi) .., ada teman yg ngasih tau klo suaranya Bli Adit bagus. Segeralah diriku cari di soundcloud. Dan ternyata memang betul`. 
Oh iya.., masih terhitung pagi juga, dapat sms ultah dari tante
 Kebetulan ultah kami di hari yg sama. Eh.., salah satu teman saya yang tadi pagi sms, jg masih lanjut sms-an loh. Tapi pembahasannya gak tentu arah. Awalnya bahas umur, kemudian topik maha penting seperti gebetannya di jaman kuliah dan alasan saya patah hati 2 tahun lalu hahahaha (Apa kabar kamu ?? Aku baik ! Itu saja).
Agak siang dikit, mesti ke kantor klien ngambil data. Tapi gak ada hasil. "Besok" kata mereka. Masih di siang yang sama, ada teman yg BBM, "Selamat ultah". Terima kasih. Siang mulai habis.
Sore saya ditemani film yang alurnya maju mundur. Mata saya hampir jereng.., gak ngerti-ngerti juga sama filmnya. Maaf, saya emang bukan siswi cerdas jaman sekolah dulu, sekarang juga masih !! Hahahaha.
Masih di sore yang sama, ada sms dan BBM dari teman , "selamat ultah". Iya, terima kasih (tapi tidak untuk fotoku yang paling  menggelikan yang dia jadikan display picture BBM-nya hahaha) !! Sore selesai.
Sepeninggal sore, hampir lupa, ternyata saya ada janji ketemuan sama teman-teman SMA. Ceritanya rapat buat reuni Desember nanti (Semoga jadi ya Tuhan). Tapi sial memang gak bisa ditebak.., ada masalah dengan air di kost. Saya mandi seadanya, mungkin ini yang disebut mandi bebek. Berharap saja, semoga teman-teman saya tidak terlalu terganggu dengan aroma badan saya (kenapa juga sih mesti ada nasib yang namanya : bau badan).
Rapat tetap berlanjut, entahlah dengan bau badan ini hahaha (semoga tidak). Rapat selesai, sebagian pulang, saya dan beberapa teman lagi memilih lanjut seru-seruan. Karaoke. Melewatkan Cak Lontong di ILK berarti yah ?? Gak apa-apa. Tanggal 10 Juni akan selesai di tempat ini, Inulvista, room12.
Saya menulisnya di antara teman-teman saya yang bernyanyi. Saya memikirkan hot chocolate di tempat rapat tadi yang habis. Tumben. Mungkin karena kamu tidak sedang denganku, manisnya pas. Ada kamu membuat "rasa" saya terlalu manis :-)

Kamis, 05 Juni 2014

GALAKSI (GALau-siK-aSIk)

Sebenarnya tulisan ini bukan hal penting, tapi bukannya selama ini emang gak penting kan ? Baiklah, kita lanjutkan dongeng pengiring malam kali ini ( pengiring ya..., klo pake *pengantar tidur* gak cocok soalnya saya belum mau tidur. PENTING).
Tersebutlah diriku, anak kost yang lebih sering melewatkan malam dengan hal-hal yang sebenarnya tidak begitu ber"faedah" seperti nonton TV. Beberapa minggu terakhir saya suka dengan program Kompas TV yang namanya SOSMED. Namun, malam kali ini berbeda saudara-saudara. SOSMED yang kutunggu tak kunjung berkunjung. Saya cari tahu ke twitter ternyata pindah jam tayang. 23.30 pemirsa. 23.30 berarti setengah satu malam di waktu kostku. Wuaaaaaaaaa.., seperti program-program tv yang agak mendingan lainnya, SOSMED tayang tengah malam. Bete ?? Pasti iya !!
Sembari (beuh...sembari) menerima nasib campur kesal, jari saya mencet-mencet remote tv. Hati pasrah sama takdir yang akan menghentikan jari saya berhenti mencet remote di channel mana. Saya juga gak akan nonton, asal ada suara aja di kamar. Beberapa menit berlalu, tv saya cuekin sampai akhirnya saya mencerna suara yang keluar dari tv. Lagu dangdut. 
Mungkin saya tidak akan peduli kalau saja lagu dangdutnya adalah lagu dangdut semacam "jatuh bangun" atau "selamat malam"nya Evie Tamala. Lagu kali ini berbeda kawan-kawan. Saya tidak tahu judulnya, saya juga tidak tahu siapa yang nyanyi. Tapi lagu ini terasa menarik perhatian di bagian liriknya yang seperti ini "aku galau, aku galau ........." lalu kemudian backing vocal masuk dengan kata "sik...aseeeeeeeik" || Nurani saya tergeletik saudara-saudara !!! Jadi bingung saja dengan lagu ini, terlebih tujuan pemakaian backing vocal yang berbekal "sik...aseeeeik". Heran saja, lagunya bercerita tentang galau-galauan, tapi backing vocal nyeletuk "sik...aseeeeik". Ini maksudnya apa ???? Memang lagunya berirama lumayan cepat..., tapi menurut saya celetukan "sik...aseeeeik" di sela-sela lagu tetap saja terasa kurang cocok jika lagunya soal galau. Cari kata lain kek..., atau sekalian gak usah pake backing vocal deh, biar saya gak harus mikir dengar lagunya. Kan kalau gak ada "sik...aseeeeeik" saya bisa mikirin hal lain..., cinta misalnya hahahaha. Tapi ya sudahlah..., sebelum jauh bicara cinta, mending tulisannya segini aja, ILK jg udah mulai. Eikeh nonton Cak Lontong dulu ya !!
Galau bukan halangan untuk tetap asik..., tapi "asik" di tengah lagu galau terasa kurang pantas...., menurut saya !!

Sabtu, 31 Mei 2014

RI : Republik Indo(mie)sia

Tahun 2014 katanya tahun politik. Negara kita berpesta demokrasi(lagi-lagi "katanya). Mulai dari pileg April kemarin dan kemudian Juli nanti pilpres. 
Sebenarnya saya tidak begitu tertarik  dengan event yang katanya pesta ini, karena menurut saya pemilihan umum adalah kesempatan untuk rakyat kecil seperti saya untuk memilih manusia-manusia mana yang paling saya restui untuk jadi kaya ataupun lebih kaya lagi. Hanya itu !!!
Pileg, pilpres, (awalnya) menurut saya biasa saja. Tapi pilpres kali ini terasa berbeda. Lebih heboh. Heboh di media sosial. Timeline isinya dukungan terhadap capres ini-capres itu, kebaikan capres ini-keburukan capres itu. Awalnya masih biasa saja..., tapi lama-lama terasa lebay. Saya memaklumi kalau ada yang jatuh cinta dengan figur salah satu capres, dan saya juga sama maklumnya jika ada yang tidak mencintai capres yang lainnya, tapi bukankah "mencintai dan tidak mencintai" bisa biasa saja ?? Tidak perlulah memuji demikan hebatnya, dan mencaci yang lain dengan sama hebatnya.
Dukungan-dukungan terhadap capres yg berlebihan ini, lama-lama seperti iklan mie instant. Mengakunya bergizi, mengandung vitamin, dan mineral, padahal yaaaa.....hanya "mie instant". Dan semakin parah, karena iklan "mie instant" kali ini tidak hanya membanggakan kandungan gizi di dalamnya, tapi juga membeberkan bahaya "mie instant" merk lain. Aduuuhh !!
Mendukung sih wajar saja, tapi tidak harus kan berlebihan. Toh, meskipun mengaku bergizi..., tidak ada yang sepenuhnya percaya kalau mie instant merk tertentu bergizi dan sehat. Mie instant hanya ada 2 jenis, yang berkuah atau goreng. Jadi, buat para pendukung-pendukung/timses capres..., berhentilah memenuhi timeline dengan "iklan mie instant" seperti sekarang ini. Kami penikmat "mie instant"..., tidaklah peduli dengan gizi waktu memakannya. Makanya, ketika hendak membeli "mie instant" pertimbangan kami hanya : goreng atau kuah ??? Tidak perlulah berlebihan, berhentilah memberi iming-iming "vitamin" saat menjual mie instant kalian !!

Sebenarnya ada pilihan untuk lebih sehat dengan cara menjauhi mie instant, tapi saya belum bisa, saya pilih Indomie goreng. Kamu ????


Minggu, 25 Mei 2014

Kamu (iya...., kamu)

Selamat malam idola ! Kamu ! Iya..., kamu !! Ini yang mungkin akan saya ucapkan ketika saya bertemu dengan salah satu peserta kompetisi standup comedy di Kompas Tv "Dodit Mulyanto" ( hanya jika saya bertemu di waktu malam..., dan tentu saja hanya jika saya berani :-) ). Kenapa Dodit Mulyanto ?? Karena Dodit lah yang paling mencuri tawa saya. Saya lumayan mengikuti kompetisi ini sejak season 1, tapi baru di season 4 inilah saya dibuat begitu gampang tertawa meskipun lewat sebuah kedipan ataupun ketika melihatnya mengangguk. Iya, saya bisa ngakak karena hal-hal kecil yang dilakukan oleh Dodit. 
Sayangnya langkah Dodit di kompetisi ini harus terhenti di show ke-13. Sebagai pengagum Dodit pastilah saya kecewa dengan keputusan juri ini. Tapi yaaa..., juri memang lebih tahu siapa yang pantas bertahan. Mungkin Dodit Mulyanto memang harus berhenti sampai di show ke-13. Mungkin topik yang diangkat Dodit tidak seberat dan sekeren topik yang diangkat oleh peserta lainnya. Mungkin Dodit terlalu sederhana di antara teman-temannya yang kerapkali lebih kritis saat show. Dan mungkin karena dia yang kelewat sederhana itulah saya lebih menyukai komedinya. Iya.., hal sederhana pun bisa membuat tertawa, dan Dodit memiliki "sederhana" itu. "Sederhana" bisa juga jadi keren, dan (menurut saya) Dodit sukses melakukan itu.
Ah..., tidak tahu mesti menggunakan kata apa lagi untuk mengungkapkan kekaguman saya terhadap komika yang satu ini. Semoga dia eksis di program-program tv, dan semoga suatu saat dia show di Makassar dan saya berkesempatan untuk menontonnya. Saya masih terus berharap untuk menuai tawa dari hal-hal sederhana, hal sederhana yang jadi keren di "tangan" Dodit. Iya, harapan saya sederhana : tertawa. Saya tidak menuntut Dodit(siapa saya??) untuk menjadi kritis karena saya bisa menemui itu di orang kebanyakan. Saya juga tidak mengharapkan Dodit bisa memberikan "sesuatu" kepada penontonnya untuk dibawa pulang selain tawa. Toh tawa itu adalah pertanda saya terhibur, dan buat saya itu lebih dari cukup. 
Mengutip kata-kata Dodit saat dia closemic "kata Mas Radit, ada 2 tipe standup comedy. ; yang pertama itu tipe yang ingin mencerdaskan bangsa, dan itu muluk banget. Yang kedua adalah ; hello guys !! Ini loh..., lucu !! Dan keduanya sah_ Saya memilih yang kedua !!" _ DAN SAYA MEMILIH KOMIKA YANG MEMILIH TIPE YANG KEDUA. Kamu !! Iya..., kamu !! Kamu.., Dodit !!_

Rabu, 23 April 2014

Perempuan

21 April, Hari Kartini. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai hari perempuan Indonesia. Tak ketinggalan kantor-kantorpun ikut merayakan hari perempuan ini. Jika pada saat Imlek kantor mewajibkan karyawan-karyawannya memakai pakaian bernuansa merah, maka pada Hari Kartini tak jarang karyawati memakai kebaya atau pakaian lain yg lebih "perempuan". 
Lalu bagaimana dengan kantor yg tidak punya aturan berkebaya di Hari Kartini ??? Apakah pegawai perempuannya tidak memiliki jiwa perempuan seperti perempuan lain yg sedang berkebaya ??? Saya rasa tidak. Perempuan tidak melulu seputar pakaiannya yg kelihatan "perempuan". Tidak harus berkebaya, memakai rok, atau gaun untuk membuat perempuan layak disebut perempuan, atau menyebut dirinya perempuan.
Menurut saya, ada beberapa hal yg cukup membuat seorang perempuan meyakini dirinya adalah perempuan. Apakah itu ??? Eng...ing...eng... :
  • Bingung memilih baju. Yapp, semua cewek pasti pernah merasakan hal yg satu ini. Baju bertumpuk di lemari, tapi tetap saja berlagak tidak tahu mesti pake baju apa. Bertingkah seolah-olah tidak punya baju. Dan yg lebih sialnya lagi, udah mikir lama mau pake baju yg mana, jadinya malah salah kostum.
  • Bingung mau makan apa. Dan yg kedua adalah soal makanan. Akan ada masanya di mana seorang perempuan tidak bisa menentukan pilihan untuk hal-hal kecil, seperti : Siang nanti mau makan apa ??? Nah.., kadang soal memilih menu makan sj perempuan bisa tampak seperti bingung memilih jodoh....preeett
  • Bingung memutuskan potong rambut atau tidak. Nah.., ini lagi hal yg menurut saya adalah "cewek banget". Perkara mau potong rambut atau tidak kadang makan waktu berhari-hari. Mikirnya dengan penuh pertimbangan karena takut nantinya malah menyesal ( kayak pertimbangan waktu mau pacaran atau mau nikah ya??). Dan tidak jarang, udah mikir berhari-hari, tapi keputusannya "rambut tidak jadi dipotong". Ini seperti, lagi ditembak cowok, terus minta waktu berpikir, dan ujung-ujungnya cowoknya ditolak.
Kali ini segitu dulu. Pernah merasakan ketiga hal ini adalah pertanda yg cukup untuk menyadari diri kita adalah perempuan. Tidak harus berkebaya, berdandan cantik seperti perempuan cantik lainnya untuk disebut perempuan. Cukup memiliki tiga kebingungan ini.  

Teman Sebangku

Beberapa hari yang lalu, facebook mempertemukan saya   dengan teman itu pernah sebangku saat di kelas empat dan lima SD. Sejak lulus SD ...