1(1) - dua belas




Tidak banyak yang bisa saya ingat karena sepertinya tahun 2015 biasa saja, katakanlah nihil pencapaian. Ciyan.
Januari
  • Naik darah.
  • Bersihin debu, debu yang sudah pasti kembalinya tapi jika tidak dibersihkan jadinya mengganggu juga. Debu memang begitu. Bersihkan saja dulu !
Februari
  • Baca kultweet valentine. Kurang kerjaan.
  • Kurang kerjaan tapi melewatkan “30 Hari Menulis Surat Cinta”. Lebih tepatnya : MALAS.
Maret
  • Begadang. Tapi begadangnya di kantor. Syukurlah. Daripada begadang di kost, paling demi serial Korea. (Sipit adalah koentji)
April
  • Libur Paskah. Pulang kampung dong. 
  • Perjamuan  Jumat Agung  malah memunculkan perasaan banyak dosa (emang iya). Minta maaf sama yang sering disusahin juga sama yang seharusnya (semoga beliyo ngerti. Gak ngerti juga gak apa-apa)
Mei
  • Pundak jadi lebih ringan, padahal sebenarnya gak mikul apa-apa sebelumnya.
Juni
  • Yihha...29 tahun. Jomblo, masih jadi beban orang tua, dan masa depan yang sepertinya kurang menarik.
Juli
  • Libur lebaran,  pulang kampung lagi.
Agustus
  • Ke Bulukumba tanpa rencana matang. Pantai Bara cantik, Apparalang gagah. Sepertinya Tuhan punya anak emas di Sulawesi Selatan : BULUKUMBA.
  • Akur.
September
  •  Selamat ulang tahun. Gimana rasanya umur 32 ? Bahagia dong yess?? Semoga.

Oktober
  • Ngutang dong. Kapan lunasnya ?
  • Akhirnya..., bisa nonton Efek Rumah Kaca
  • "kenalan” sama Fourtwnty. Suka sama “Fana Merah Jambu” & “Argumentasi Dimensi”
November
  • Rock In Celebes. Fstvlst keren. Takjub aja sama vokalisnya, dengan santainya nyanyi  sambil ngerokok.
  • Dapat email " Artikel ini lolos seleksi". Girang itu yaa begini !
  • Jatuh cinta sama So Ji Sub
  • Dominique Diyose sama Marshall Sastra mau cerai..., pasangan keren padahal.
  • Begadang lagi.
Desember
  • Begadang (masih)
  • Mesti ikut RPL CPAI. Modal dongok aja. Tapi disana ketemu orang-orang hebat. Pak Achsin - orang lucu dengan titel seabrek, Pak Eric yang keren (sipit adalah koentji), dan Pak Ghofar yang cakep...uhuk. Menyesal gak sempat foto bareng.
  • Balik dari RPL ketemu Denny Sumargo. Beliyo tsakeeuupp. 
  • Libur Natal, pulang lagi dong.
  • Ke nikahan  teman, lumayan jauh dan dibonceng sama teman yang pintarnya belum setahun. Berangkatnya cuma berdua dan nyampe di sana waktu acaranya sudah bubar. Syukurlah, yang namanya "sesi foto-foto" selalu lama jadi pengantinnya belum ikut bubar.
Seingat saya segini aja. Biasa aja, kan? Jadi ingat akhir tahun 2014 lalu, saya sempat ditanya teman tentang resolusi tahun 2015. Jawaban saya waktu itu : pindah dari kost-an. Sayangnya, setahun berlalu saya menulis ini masih di kost-an yang sama. 

Mengingat peta percintaan yang dari tahun ke tahun malah makin berwujud peta buta, demi menghemat biaya transportasi mungkin sebaiknya tahun ini resolusi adalah bisa nyetir motor. || _Produk "bibir" yang lumayan bermutu di Segitiga Makale, 04 Januari 2016_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asap Rokok Bau Sate, Kenapa Tidak?

Bertemu Pemangku Adat Segeri