#seminggulagu(ku)berceritaday5

Lagi-lagi sy mesti sungkem sama Vany krn udh gak disiplin ikutan #seminggulagukubercerita. Yaa...abis mau gimana lagi klo inspirasi gak datang2. Dan sungkemnya mesti 2kali karena kali ini ceritanya tentang my not so fave song. Apa lagunya ??...eng ing eng....:
Jangan ngarep ngarep ngarep ngarep ngarep ngarep lagi cintaku 
Aku sudah bosan bosan bosan bosan bosan melihat gayamu 
Aku sudah muak muak muak muak muak melihat sikapmu 
Sana jauh jauh jauh jauh jauh jauh dariku
Jangan telpon telpon telpon telpon telpon telpon telpon aku lagi
Karena aku sudah jemu jemu jemu jemu mendengar suaramu
Jangan kamu rayu rayu rayu rayu rayu rayu aku lagi 
Sana pergi pergi pergi pergi jauh jauh dariku
Aku sudah tak tahan lagiLima kali kau selingkuhi aku 
Aku sudah tak tahan lagi 
Mending ku stop sampai di sini
Jangan kamu panggil panggil panggil panggil panggil nama aku lagi 
Aku sudah benci benci benci benci benci melihat tingkahmu
Jangan kamu mimpi mimpi mimpi mimpi mimpikanku lagi
Sana pergi pergi jauh jauh dari dari diriku
Aku sudah tak tahan lagi
Lima kali kau selingkuhi aku 
Aku sudah tak tahan lagi
Mending ku stop sampai di sini
Jangan Ngarep dari SETIA BAND (judul lagu dan penyanyi sama2 bikin jidat berkerut).
Lagu ini pertama kali direkomendasiin sm teman yg kebetulan "sangat" mengagumi sang pencipta lagunya (seluruh Indonesia pasti tahu nama musisi papan atas yg satu ini). Teman sy itu sangat menganjurkan untuk mendengar lagunya, sepertinya dia sangat "suka". Dan karena sy dipaksa penasaran, dengan semangat menggebu-gebu sambil mengabaikan harga diri sebagai pengagum PADI, sy pun berani request lagu ini di salah satu program radio. Penyiar radionya tertawa,  entah untuk alasan apa. Kebetulan lagu ini diputarnya sehabis iklan, jadi saat pertama mendengarnya sy belum sadar kalau lagu inilah yg saya request tadi. Waktu dengar intronya "lagu apa ini ??hancurrnyaaaa" begitu pikir saya. Kemudian masuklah sang vokalis dengan lirik pertamanya "jangan ngarep", tanpa pikir lama-lama saya pun ngakak "lagu saya ternyata". Ah...sejak saat itu, saya jadi tahu dengan pasti alasan teman saya itu rela mengirim sms berulang-ulang hanya untuk merekomendasikan lagu ini. Dan sebelum saya membeberkan alasannya, juga perasaan takut dosa sama sang vokalis dan pencipta lagu yg katanya musisi papan atas itu, tulisan ini (seperti kata lagunya) mending ku'stop sampai disini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asap Rokok Bau Sate, Kenapa Tidak?

Bertemu Pemangku Adat Segeri