Kusebut saja kau "Teman"

Sudah cukup lama kamu disini bersamaku, dan karena itulah aku menyebutmu "teman".
Apakah aku tidak cukup menyebalkan hingga kamu demikian betah denganku?? Kamu tidak menjawab. Kamu diam dan terus saja mengikutiku.
Ah.., mungkin aku memang tidak cukup menyebalkan bagimu. Aku anggap saja seperti itu.
Terlalu sering aku memintamu pergi, tapi kamu terus saja di dekatku, menemani setiap perjalananku.
Tidak bosankah kamu menemaniku ?? Hahh..., sepertinya tidak.
Aku tidak pernah menginginkan kamu akan selama ini bersamaku. Aku juga tidak pernah mengharapkan kamu berada di salah satu bagian hidupku. Tidak pernah.
Jujur, aku jenuh denganmu. Berada di dekatmu hanya akan menambah berat langkah kakiku, dan mengaburkan pandanganku.
Tidak perlu lagi lah kita berteman, jalanlah mendahuluiku dan aku akan tetap disini, diam di tempat, menyaksikan kepergianmu, hingga akhirnya kamu benar-benar hilang dari pandanganku.

Pergilah !! Biarkan aku mendapat teman baru !!

Untukmu : "teman"ku yang sebenarnya bernama "luka"

Dariku     : yg masih saja berharap sesegera mungkin mengganti namamu "luka" menjadi "lupa"
#30HariMenulisSuratCinta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Asap Rokok Bau Sate, Kenapa Tidak?

Bertemu Pemangku Adat Segeri